Teknik
Budidaya Bunga Krisan

1.
Pemilihan Lokasi
Lahan yang ideal untuk budidaya
bunga krisan adalah wilayah yang beriklim tropis. Suhu yang cocok untuk tanaman
ini antara 20-26 derajat C, walaupun begitu bunga krisan tetap dapat tumbuh
pada suhu 170C hingga 30 derajat C. Ketinggian wilayah yang baik untuk
pertumbuhan bunga ini antara 700-1200 meter dpl. Tanaman ini memerlukan
kelembaban udara yang cukup tinggi. Terutama pada saat pembibitan kelembaban
diperlukan 90-95%, sedangkan ketika telah menjadi tanaman muda kelembaban yang
diperlukan hanya sekitar 75% saja.
2. Persiapan Lahan
Tanah yang
digunakan untuk media tanam haruslah tanah yang gembur dan subur. Tanah gembur
yang digunakan untuk menanam bunga krisan dapat ditambahkan arang sekam dan
pupuk kompos agar semakin gembur. Anda juga dapat memberikan dolomit untuk
mengatur keasaman tanah dan juga untuk semakin meningkatkan kesuburan tanah.
Tanaman Krisan membutuhkan pengairan yang baik dan tanah yang digunakan harus
memiliki daya serap yang baik, agar air tidak terlalu banyak menggenang di akar
yang dapat mengakibatkan busuknya akar dari tanaman ini.
3. Proses Penanaman Bibit Bunga Krisan
Bibit yang
digunakan untuk ditanam harus bibit yang sehat dan bebas dari hama dan
penyakit. Bibit yang baik biasanya didapat dari tanaman induk yang baik juga.

Setelah lahan siap ditanam dan kita juga telah memiliki bibit bunga krisan yang baik, selanjutnya kita tanam bibit-bibit bunga krisan di lahan dengan kerapatan sekitar 70 tan/m2. Adapun sebaiknya sebelum ditanami bibit hendaknya tanah dibasahi terlebih dahulu. Proses penyiraman untuk awal setelah penanaman kita lakukan secara overhead irigasi, jika daun-daun bunga krisan telah saling merapat lakukan penyiraman dengan cara drip irigasi.
Perlu diingat juga sobat bahwa penyinaran untuk tanaman ini sangat dibutuhkan. Penambahan lampu sebagai penyinaran di malam hari juga dapat dilakukan.

Setelah lahan siap ditanam dan kita juga telah memiliki bibit bunga krisan yang baik, selanjutnya kita tanam bibit-bibit bunga krisan di lahan dengan kerapatan sekitar 70 tan/m2. Adapun sebaiknya sebelum ditanami bibit hendaknya tanah dibasahi terlebih dahulu. Proses penyiraman untuk awal setelah penanaman kita lakukan secara overhead irigasi, jika daun-daun bunga krisan telah saling merapat lakukan penyiraman dengan cara drip irigasi.
Perlu diingat juga sobat bahwa penyinaran untuk tanaman ini sangat dibutuhkan. Penambahan lampu sebagai penyinaran di malam hari juga dapat dilakukan.
4. Cara Merawat Bunga Krisan
Setelah bibit
bunga krisan ditanam, Anda harus melakukan perawatan bunga krisan agar ia dapat
tumbuh dengan baik. Perawatan bunga krisan tergolong cukup mudah melalui
menyiram dan memupuknya secara rutin sesuai dengan anjuran.

Penyiraman ini dilakukan setiap hari agar media tanam atau tanah lembab dan basah, tetapi tidak sampai becek. Penyiraman hingga becek dapat membuat akar bunga krisan menjadi busuk jadi siram secukupnya saja.
Setelah tanaman kita mencapai sebulan dapat dilakukan pemupukan pertama. Pada tahap selanjutnya, pupuk diberikan secara kontinyu setiap 2 minggu sekali. Pemupukan dilakukan dengan menyebar pupuk di antara bibit bunga krisan yang telah kita tanam.

Lakukan perawatan tersebut sampai bunga krisan tumbuh dengan subur. Bunga krisan akan muncul atau berbunga jika sudah mencapai sekitar 3-4 bulan. Jika bunga sudah tumbuh, upayakan bunga dapat terkena sinar matahari langsung agar pertumbuhan batang dan bunganya lebih baik dengan meletakannya di tempat terbuka. Selain itu, Anda juga dapat menyemprotkan pupuk daun setiap 1-14 hari sekali untuk merangsang pertumbuhan dan pembungaan bunga krisan agar lebih cepat dan tahan lama.

Nah, itulah sekilas pemaparan mengenai teknik budidaya bunga krisan dan cara merawatnya agar dapat berbunga lebih cepat. Semoga tulisan ini bermanfaat dan Anda bisa menjadi petani bunga Krisan yang sukses. Amin. Selamat mencoba!

Penyiraman ini dilakukan setiap hari agar media tanam atau tanah lembab dan basah, tetapi tidak sampai becek. Penyiraman hingga becek dapat membuat akar bunga krisan menjadi busuk jadi siram secukupnya saja.
Setelah tanaman kita mencapai sebulan dapat dilakukan pemupukan pertama. Pada tahap selanjutnya, pupuk diberikan secara kontinyu setiap 2 minggu sekali. Pemupukan dilakukan dengan menyebar pupuk di antara bibit bunga krisan yang telah kita tanam.

Lakukan perawatan tersebut sampai bunga krisan tumbuh dengan subur. Bunga krisan akan muncul atau berbunga jika sudah mencapai sekitar 3-4 bulan. Jika bunga sudah tumbuh, upayakan bunga dapat terkena sinar matahari langsung agar pertumbuhan batang dan bunganya lebih baik dengan meletakannya di tempat terbuka. Selain itu, Anda juga dapat menyemprotkan pupuk daun setiap 1-14 hari sekali untuk merangsang pertumbuhan dan pembungaan bunga krisan agar lebih cepat dan tahan lama.

Nah, itulah sekilas pemaparan mengenai teknik budidaya bunga krisan dan cara merawatnya agar dapat berbunga lebih cepat. Semoga tulisan ini bermanfaat dan Anda bisa menjadi petani bunga Krisan yang sukses. Amin. Selamat mencoba!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar